AJARKAN SI KECIL BAGAIMANA CARANYA MARAH, INI PENJELASANNYA
Kemarahan sering kali dianggap buruk.
Tapi, terkadang,
MARAH TIDAK SELAMANYA BURUK!+
Ingat ini ya Moms kalau sedang menghadapi anak yang tantrum dan marah-marah. Karena di usia mereka, hal tersebut “Wajar dan normal”.
Marah itu reaksi emosional dari rasa pertentangan yang ada di diri manusia. Tidak ada yang namanya “emosi buruk.”
Tujuan kita bukan membuat mereka “SELALU BAHAGIA”, tapi membantu mereka belajar mengatasi emosi-emosi dasar manusia yang tidak terhindarkan ini.
Namun, bila mereka marah dengan memukul, menendang, berteriak, itu yang tidak boleh.
EMOSINYA BOLEH, PERILAKUNYA TIDAK.
Otak anak masih dalam tahap perkembangan. Mereka belum tahu bagaimana cara mengekspresikan dan mengelola emosi seperti orang dewasa.
Kita perlu aktif MENGAJARKAN mereka dengan kesabaran dan pengulangan- tentang cara- cara untuk mengekspresikan dan mengelola emosi yang benar.
Tujuannya? Membantu anak untuk:
- Mengenali kemarahan mereka
- Menjelaskan arti emosi yang dirasakan
- Menerimanya
- Melepaskannya/mengekspresikannya dengan aman
- Membangun keterampilan “mengatasi /mencari solusi (problem solving)”
Contoh kalimat:
“Kakak masih pengen mainan mobil itu ya? Tapi sama adek diambil. Gapapa wajar kamu merasa marah. Tapi ingat ya, tidak boleh memukul. Sekarang yuk bicara baik-baik sama adek. Kasih tau kalau sekarang masih jatah kakak untuk main mobilan itu ya.”
Kemudian, saat anak sudah mulai tenang, ajarkan kemampuan mengatasi emosi yang di rasakan :
“Lain kali, apa yang bisa kakak lakukan saat merasa marah? kakak bisa bilang?”
“Aku masih bermain dengan ini. Adik boleh main ketika kakak sudah selesai mainnya.”
Selain mengedukasi anak tentang teknik mengelola emosi, orangtua juga perlu banget untuk memberikan contoh yang benar juga ya saat sedang marah atau emosi.
Itulah alasan kenapa kalau anak marah, orangtua jangan ikut marah
Kalau anak tantrum, orangtua jangan ikut tantrum
INHALE…
EXHALE..
Yuk bisa yuk parents
Tuliskan Komentar